Aq ga tau, sampai sejauh mana menulis menyelesaikan masalah aq? Hanya saja aq ga tau harus berbuat apa lagi untuk mengatasi rasa kesalku. Again, soal rumah. Tuk kesekian kalinya setiap aq masuk kedalam rumah itu, fikiran ku berkecamuk, knapa ini rumah berantakan seklai? kenapa aq bisa sial hingga percaya ucapan tukang tersebut. MasyaAllah, mungkin para tetangga memperolok ku? Wallahualam, mungkin saja tidak. Yang jelas bagi ku sekarang, tidak ada orang luar yang baik untuk kita, baik itu tetangga, teman, saudara, semua sama saja. Benar-benar sama saja.
Damn, semoga kamu masuk neraka jahanam wahai tukang sialan. Ingat saya tidak akan memaafkan kamu, sepertinya kamu memanfaatkan ketidaktahuan saya akan rumah, serta arsitek yang tidak mendampingi, yang hanya menggambar. Sehingga dari awal kesalahan pun, kalian menutupinya. Perfect, saya tidak akan pernah memaafkan kamu, demi Allah tidak akan pernah.
Ditambah lagi, dengan situasi perekonomian kami, yang rada banyak hutang. Dan kenyataan hidup di arab, yang lebih mahal di banding thailand. MaysyaAllah, belom lagi niat baik ku mengajar di UBL yang hanya di hargai senilai 750 ribu per tiga mata kuliah dan per empat bulan.Belom lagi kesialan akibat teman-teman yang mencurigai aq pamer, sok kaya, dll. Serta bencana, karena aq sering curhat ketika aq ribut dengan suami ku, entah kenapa sejak di thailand, jadi sering ribut, buat rumah ga beres, dibohongin orang, motor jatuh, sering kasar, ribut ama keluarga. Bukan bermaksud menyalahkan suami, yang keras kepala unt buat rumah alih alih menyimpan uang nya dahulu, kemudian tinggal pilih rumah yang sudah jadi.
Dulu sempat, suami ingin menghentikan proses pembangunan rumah, tapi itu jugakarna aq ribut dengan dia, berantem entah karena apa, aq ingin ikut kesana dan dia dengan cuek ya sudah kalo mau kesini, uangnya ada di kamu bla bla bla seolah tidak mengharapkan kehadiran ku. Siapa yang mau ikut kalo diperlakukan seperti itu.
Aq kesel banget lho, kesel banget, knapa sellama ini terlalu naif ke orang lain. menganggap semua orang jujur. Aq kemana-mana merantau, ga taunya yang berbuat jahat adalah orang-orang yang di lampung ini. DAMN. Padahal kalau sedang merantau diluar selalu tertolong dengan kebaikan orang.
Semoga ada hikmah ya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar