Selasa, 25 September 2012

Berusaha Keras Menjadi Ibu dan Istri yang Baik

Profesionalisme aq menurun drastis, segala sesuatu tidak di lakukan dengan sistematis. Banyak sekali, kelakuan ku yang tidak mencerminkan pendidikan yang pernah aq enyam.
Sebagai seorang istri, sering sekali aq mengeluh ketika suami memberikan perintah. Masih berat rasanya memasak yang sempurna buat suami. Bangun pagi, beres-beres rumah atau dapur dan mulai menyiapkan makanan kesukaan nya. Hidup ku terlalu nyaman, ada pembantu, ada ibuku yang setiap hari memasak masakan enak.
Belom lagi ke anak, selalu bangun siang padahal anak harus makan. aq tidak memikirkan anak mau makan apa.Aq ga perlu iri dengan suami, ketika jam tidur suami lebih panjang di banding aq. Benar semua ucapan suamiku, aq bukan seorang ibu yang baik. Ditambah dengan insiden "pertemanan" tadi, ini adalah momen yang baik untuk aq berubah menjadi lebih baik lagi.
Sekarang memang tidak ada aktifitas formal yang dilakukan, hutang puasa aq banyak, lebih baik bayar hutang, belajar masak makanan kesukaan anak. Belajar masak, persiapan untuk keluar negeri. Is not aesy, semua harus di usahakan dengan langkah awal "bangun pagi". Karena memang itu pekerjaan seorang ibu, meski harus sering banun malam, dan shubuh sudah harus bangun lagi. Tetap harus semangat menjadi ibu dan istri terbaik.
Aq punya ide bagus, ketika keluarga sedang lengkap berkumpul, sarapan buat masakan yang sederhana, buat jus melom atau wortel jeruk, jus semangka jeruk, melon nanas, pasti suami senang. Misi ku sekrang adalah harus menyenangkan suami dan anak, serta memberikan pendidikan terbaik untuk anak.
Ya Allah hanya Engkau yang Maha Mengetahui....^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar